Rabu, 06 Mei 2015

Khayalku Berbicara

Hai .... lama tak bicara denganmu, Aku rindu kita bercanda hingga tertawa pilu, Masihkah kau sibuk dengan impianmu, Aku juga begitu agar kita seimbang selalu, Ku dengar Tuhan pernah bicara dalam kitabnya, Perbaikilah diri agar disandingkan dengan seorang yang serupa, Segera aku bergigih ria entah pada siapa aku nantinya, Meski khayalku masih saja ingin Dia, Biarkan aku nikmati kekosongan ini, Sampai hati terisi kembali, Merangkak hingga mampu berdiri sendiri, Sampai kau sesali tak lagi berada disisi. #SajakAnitri Karya Sastra: Anitri Ernasari Lokasi: Sudut Cafe di malam hari yang ramai

Rabu, 16 April 2014

SHORT MOVIE 'VOICE'

Waktu berjalan cepat dan tak akan pernah kembali, ingin jadi yang dikenang atau dilupakan dan berlalu begitu saja. Seperti yang terjadi dalam film ini. Film ini bercerita tentang dua orang mahasiswi dengan gaya hidup yang bertolak belakang. Moli yang menikmati gaya hidupnya yang tidak teratur membawa keburukan pada dirinya sendiri. Berbeda dengan sahabatnya yaitu Erens seorang mahasiswi sederhana dan tinggal satu kost dengan Moli, komitmen dan kesungguhan Erens membawanya mencapai titik tertinggi. Namun kebahagiaan Erens akan lebih lengkap bila sahabatnya si Moli berada disampingnya. Apakah Erens berhasil menyadarkan sahabatnya si Moli agar menjadi lebih baik? Lebih lengkapnya nonton yuk, film ku, bantu like & share ya! Trims www.youtube.com/watch?v=IXb6eKNuags

Selasa, 29 Januari 2013

Disini...

Disini… duduk sendiri, Ya, disini antara kau dan aku, Mengingat hal indah perlahan terasa pedih, Hanya aku sendiri… Kekurangan ku jauh dari sempurna mu, Bermimpi pun tak berani aku bersanding dengan mu, Apalah aku ini, banyaklah yang mendekati sempurna, Kenapa kau memilih ku, kenapa kita bertemu… Kenapa kau mencintaiku… Kenapa kau menyakitiku... #Puisi; Anitri

Rabu, 19 Desember 2012

Edisi Penulis

Hi semuanya, kangen juga udah lama banget nggak nulis di blog. Berhubung para pembaca belum kenal betul siapa aku, sekarang waktunya menuliskan semua tentang aku deh. Nama lengkap aku Anitri Ernasari, panggil saja Erna biar lebih akrab. Umurku 24th. Sekarang aku sedang menempuh pendidikan S1 komunikasi di Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta. Pagi bekerja, malamnya kuliah, dan tinggal di Jakarta Pusat. Aku hobi berenang sejak kecil, dan suka sekali dengan warna biru. Senang menonton film, makan pizza, nasi goreng, dan mie. Suka minum teh susu, lemon tea, teh manis, dan cappuchino. Aku orangnya moody, jadi kalau udah bad mood langsung cari ice cream deh, kalau masih penat juga pergi ke toko buku deh seharian sembari membaca segala jenis buku yang ada disana. Nggak tahu kenapa aku gemar membaca buku apalagi untuk pengembangan diri. Bagi ku dengan membaca buku yang aku minati mampu mengalihkan semua yang ada di fikiran ku dengan menambah pengetahuan ku melalui membaca. Aku lebih suka membaca buku di toko buku, di jalan, di taman, atau di cafe daripada di rumah. Entah kenapa aku merasa nyaman sekali ketika berada di suatu ruangan yang penuh dengan buku seperti di toko buku. Kerap kali berlama-lama di toko buku. sampai-sampai ingin sekali kelak punya perpustakaan sendiri di rumah sebesar toko buku, hahaa.. Sejak kecil aku gemar menulis, meski hanya sekedar menulis buku harian, puisi, dan kata-kata bijak. Tapi untuk memasukkannya ke media cetak aku belum ada keberanian untuk itu. Namun setelah ada media jejaring sosial dan memiliki blog, aku mulai memberanikan diri menulis puisi atau kata-kata bijak atau motifasi untuk memotifasi diriku sendiri. Namun, bila ada yang ikut termotifasi aku juga ikut merasa senang dan terus menulis hingga saat ini. Sesekali menulis di blog. Entah dapat kekuatan darimana yang tadinya tidak punya keberanian untuk bermimpi, kini berani sekali untuk bermimpi. Salah satunya untuk menjadi penulis novel romantis, fiktif, puisi, dan kata-kata bijak. Aku mencoba mengirimkan beberapa puisi yang aku buat agar bisa dinikmati oleh para pecinta puisi, semoga namaku juga akan selalu diingat. Terima kasih telah membaca biografiku, sukses untuk kita semua…. 

Selasa, 03 Januari 2012

Menghitung !

Rasanya belum ada 3 bulan yang lalu inventori, sekarang sudah inventori lagi namun kali ini inventori general. Inventori adalah kegiatan menghitung fisik barang yang dijadwalkan oleh perusahaan retail secara berkala. Biasanya dalam kurun waktu 3 bulan atau 6 bulan sekali diadakan inventori. Ada pun Inventori yang dilakukan selama 3 bulan sekali berbeda tentunya dengan yang diadakan 6 bulan sekali. Inventori 3 bulan sekali, dilakukan per-departemen dihari yang berbeda. Namun, jika yang diadakan 6 bulan sekali Kali ini disebut Inventori General, karena dilakukan secara bersamaan oleh seluruh Departemen yaitu:

1.Departemen 10-15 meliputi : minuman ringan, sirup, sosiz, nugget, kentang, pudding, dan keju.

2.Departemen 14 meliputi : snack, susu, cokelat, beras, minyak, bumbu dapur, kopi, dan cereal.

3.Departemen 11-12 : kosmetik, minyak wangi, hand and body, sabun, shampoo, pewarna rambut, pampers, dan kebutuhan wanita lainnya.

4.Departemen Bazar : peralatan rumah tangga

5.Departemen Appliance : peralatan elektronik

Setelah menghitung, lalu disesuaikan dengan stok di komputer terjadi selisih atau tidak? Jika terjadi selisih maka kita diwajibkan mencarinya sampai ketemu. Bila fisiknya tidak ada juga maka stok disesuaikan dengan kondisi fisik.

Sekiranya menghitung dilakukan oleh seluruh karyawan meliputi Staff s/d Store Manager ikut bertanggung jawab atas hasil Inventori. Inventori kali ini berbeda dengan yang kemarin-kemarin selama aku bekerja setahun lebih di perusahaan retail ini.

Inventori kali ini menyebutnya grebekan. Semua dilakukan secara bersama-sama menyelesaikan setiap lorong sehingga waktunya lebih efisien dan teratur.

Begadang oh… begadang,

Menghitung, menghitung lagi, menghitung lagi, menghitung lagi,

Berdiri, duduk, berjalan, berdiri, duduk, berdiri, duduk, berdiri…,

Terus, dan terus, dari petang hingga pagi,

Mata, tangan, kaki, dan tubuh ini menjadi saksi,

Betapa melencengnya hidupku ini,

Ingin jadi penulis, tapi yo malah jadi babu retail?

Jauh sekali dari harapan, paling tidak minimal pekerjaan yang bisa mengasah kemampuanku menulis seperti Copywriting seharusnya.

Optimis sajalah seperti cerita dalam buku yang pernah saya baca, siapa tahu dari Babu sampai Pak dosen (tinggal ‘Pak’ nya diganti Ibu saja) 

SEMANGAT !!! :D



Cerpen
Penulis; Anitri Ernasari -Ates-
Lokasi: Di atas tempat tidur

Kamis, 22 Desember 2011

Peluh Ibuku



Peluh ibuku menjadi saksi
Betapa Dia menjalani hidup ini dengan tulus, tanpa belas kasih
Dia menjadi pelindung sekaligus pahlawanku
Seperti Tuhan, selalu menerima dan tidak pernah menyakiti
Tuhan pun mempercayakan telapak kaki Ibu sebagai surganya
Menyerukan hambanya untuk hormati Ibumu setelah-Ku (Tuhan)
Orang kedua setelah Tuhan
Bila kelak nyawaku cukup untuk mengganti lelahmu
Akan ku ganti dengan seumur hidupku Ibu
Selamat hari Ibu untukmu, untuk yang kesekian kalinya aku berkata
I Love You Mom 

#Realita Ibu
Di tengah malam, ditemani kesunyian, dan hujan
-Anitri Ernasari-

Minggu, 18 Desember 2011

Terkontaminasi



"Mamah, mamah... aku bica nyanyi nih dengelin yach. Sudah 3 buyan, kau hamil duyuan. Sudah 3 buyan, kau hamil duyuan. Nananananana..." dengan lihai anak berumur 3 tahun itu menyanyikan salah satu penyanyi dalam negeri dengan nada cadel, tentunya tanpa ada rasa bersalah. Namanya Ichal, dia seorang anak laki-laki berumur 3 tahun. Tentunya tidak pantas seorang anak kecil menyanyikan lagu yang diperuntukan bagi orang dewasa. Tapi, apa mau dikata, sudah merajalela lagunya. Akibat sering mendengarkan nyanyian dari teman-teman sebayanya yang tahu dari televisi, radio, atau bahkan VCD-nya sudah beredar.

Dus, dia pun menjadi salah satu korban ikut-ikutan, ya namanya juga anak kecil! Ibunya pun langsung menyahut "Husshh..., huusshh... anak kecil nggak boleh nyanyi lagu begitu nggak bagus!" seru ibunya dengan terkaget-kaget. Namun, anak tersebut tetap saja asyik dengan lagunya dan terus menyanyikannya sambil melangkah pergi keluar untuk bermain dengan teman-temannya. Begitulah anak masa kini, sangat memprihatinkan. Mau seperti apa kelak mereka?

Di usia yang masih sangat rentan dan daya ingat yang masih tajam, seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal yang berguna, terutama bagi perkembangan olah fikir anak-anak kelak. Dus, kemajuan teknologi dan media sangat mempengaruhi dan mendominasi masyarakat masa kini. Terkontaminasi jelas bagi anak-anak, dan tidak dapat dihindari! Aku saja masih sangat jelas mengingat semua masa-masa kecilku dan itu sangat mempengaruhi tumbuh kembangku hingga kini. Bersyukur pada masa kecilku dulu masih banyak sekali nyanyian-nyanyian untuk anak seusiaku dan penyanyi cilik merajalela pada zaman ku dulu, sehingga minim terkontaminasi.

Semisal: aku suka acara musik anak-anak, saat itu aku mengagumi Sherina dan Agnes Monica. Penyanyi anak-anak dengan suara yang indah dan bisa mencakup nada-nada tinggi. Dus, aku pun berlatih otodidak bernyanyi seperti mereka dan menurutku sekarang aku mampu bernyanyi dengan nada tinggi, meski tidak sebagus penyanyi aslinya. Dus, betapa pentingnya membudidayakan otak anak-anak dengan hal-hal yang berguna bagi masa depan mereka. Diperlukan juga faktor orang tua untuk lebih memperhatikan lagi perkembangan anaknya menghadapi teknologi yang semakin canggih. Jangan sampai anak-anak yang tidak berdosa menjadi korban, demi target konsumen orang-orang dewasa! Miris... Kini Dunia sudah semakin EDAN!!! Memang...




Salam Inspirasi
(ATES)

Sensasi Mie Rendang Pedas Medan

Berawal dari kesalahan judul pada produk salah satu mie instan di dalam negeri, menghasilkan demo gede-gedean awal desember ini. Tentu saja demo tersebut melingkupi karyawan yang merasa tersinggung akan asal-usul makanan khas yang tercantum pada sebuah produk mie instan. Cukup banyak yang demo, bahkan salah satu karyawan ada yang berseru dengan semangat berkobar untuk mempertahankan kebudayaannya dalam makanan khas “Kenapa harus Mie Rendang Pedas Medan? Harusnya Padang donk, kita semua juga sudah tahu kalau rendang itu kan makanan khas dari Padang bukan?" Digugat demo, dan takut hal ini menjadi berkepanjangan.

Dus, perusahaan tersebut pun segera mengganti ulang kemasan dengan judul yang baru, tentunya tanpa embel-embel nama daerah atau kota asal menjadi “Mie Rendang”. Dari peristiwa ini kita menyadari betul betapa pentingnya penulisan kata pada sebuah produk dan memikirkan sebab akibat dari sebuah judul. Apabila terjadi kekeliruan maka akan mengganggu aktifitas kerja dan kenyamanan bagi orang banyak tentunya. Apalagi kalau sudah menyangkut budaya. Seperti yang sudah kita ketahui Negara kita kan Negara Demokrasi, yang artinya "Demo terus pantang mundur!" Hehehehe...




#Soft News
(ATES)

Sabtu, 17 Desember 2011

Supir angkutan tewas akibat mengantuk



Kecelakaan yang dialami oleh lelaki paruh baya sore hari ini terjadi tepatnya di daerah lampu merah slipi, Jakarta Barat. Tabrakan antara motor dan mobil terjadi dikarenakan sang supir dalam keadaan mengantuk. Kecelakaan tersebut membuat si supir sampai terjatuh keluar mobil, dan pada saat bersamaan sebuah truk melintas dari belakang dan melindas sang supir hingga tewas. Penuturan ini juga diungkapkan oleh penjual Koran selaku saksi yang mengatakan “Ada tabrakan, mobil tabrakan sama motor, mati tuh supirnya. Kayaknya gara-gara ngantuk jadi jatuh sampai keluar mobil eh pas ada truk lewat, ya udah deh kelindes.” Peristiwa ini mengajarkan betapa pentingnya konsentrasi saat berkendara.

#Straight News
(ATES)

Pilihan



Di tengah-tengah kebingunganku akan sesuatu, yang selalu mengintaiku selama bertahun-tahun lamanya. Aku berfikir, merenung, dengan siapa aku di pelabuhan terakhirku nanti. Terus berbisik mengusik hari-hariku setiap kali aku mulai meragu dengannya. Apakah gerangan perasaan ini? Takutkah, atau galaukah??? Terus menerus mengintaiku sampai membawaku pada keputusan yang sulit. Persepsi akan Dia dan keluarganya, membuatku semakin tegas dan semakin ragu untuk melanjutkan hubungan ini. Maaf…




#Syair
Oleh: Anitri Ernasari

Jumat, 09 Desember 2011

Kuliner Ayam Bakar Mas Mono



Dari Es Cream Ragusa made in italia beralih ke ayam bakar Mas Mono. Gara-gara pemilik Es Cream Ragusa tidak mengizinkan kami untuk meliput tanpa ada surat pengantar dari kampus, terpaksa kami gigit jari! Sudah malem, hujan-kehujanan pula, kedinginan, ngantri busway, lama, sesak, cuaca panas sehabis hujan, lapar, ngantuk, semua berkecamuk jadi satu. Lalu salah seorang teman satu kelompok saya mengusulkan

"Gimana kita ke Salemba saja kak? Kata kakak banyak tempat makanan kan disana?"

Dalam hati yassalammm.... kan sudah ngemeng dari kemaren-kemaren tapi tetap saja kekeuh pengennya kesini! Aku yang sudah lemes hanya menjawab

"Hm... ya banyak, ya sudah." Lalu temanku melanjutkan

"Ya, sudah kita berangkat sekarang yuk! Malam semakin larut."

Kami bergegas kembali ke salemba dengan menaiki busway, sedangkan dua orang lainnya mengendarai motor. Sambil mengisi kekosongan saya sibuk memencet tombol-tombol di HP tet..tet..tett... untuk menulis memo pad & mengurangi apa yang aku rasakan hari ini. Mencatat singkat kejadian yang aku alami hari ini. Cukup lama saya dan teman saya menunggu busway, sampai akhirnya busway datang. Kami bergegas naik ke bus yang penuh dan sesak, sampai-sampai tidak harus berpegangan juga tidak akan jatuh (seperti ikan-ikan sarden dalam kaleng).

Meski demikian, kami tetap semangat 45, demi tugas yang deadline 3 hari lagi! Kami tidak putus asa dan bergegas ke salemba untuk menengok tempat-tempat makan yang banyak disana. Tapi tempat makan disana sudah tidak sebanyak dulu. Kebanyakan outlet-outlet bagus disana sekarang seperti 7 Eleven, Ayam bakar mas mono. Setelah berunding sebentar di kelompok kami akhirnya jatuh pada pilihan ayam bakar mas mono. Tempat yang cozy dan anak muda banget itu langsung menyambut kami dengan ramah, manager yang memegang peranan disana juga sangat hangat menyambut niat baik kami yang sedang belajar, dengan tangan terbuka memperbolehkan kami meliput makanan kuliner disana. Mulailah acara liput-meliput kami.

Ayam Bakar Mas Mono seperti ayam kremes atau kalasa. Tidak ada bedanya bila dilihat sekilas dengan ayam kebanyakan yang sudah ada. Tapi, yang membedakan dengan ayam lainnya yaitu tentunya bumbunya, hm..... Rasanya membuat kita yang mencicipi mengatakan seperti ungkapan yang sering digunakan oleh presenter acara kuliner di salah satu stasiun Televisi *Maknyossss.....!!! Apalagi ditambah minuman favorit disini yaitu Es Teller, yummiiee..., segernya bukan main !!! Kudu dicoba dec, buat kalian yang penasaran pengen cobain kulinernya, bisa langsung datang saja ke daerah salemba, Jakarta Pusat.


Penulis: Anitri Ernasari
Lokasi: Memo Pad BB at Halte Busway Juanda

Busway Vs Bus 213




Pada hari senin, 31 oktober 2011, jakarta tampak gerimis, jalanan pun tampak basah. Namun itu tak mengurungkan niat saya untuk mengerjakan tugas Jurnalistik TV yang akan dikumpul paling lambat minggu ini karena sebelum UTS harus dikumpul. Berangkat dari kediaman saya di cikini, Jakarta Pusat. Setelah menugggu di halte bus selama 15 menit akhirnya saya menaiki bus mini berwarna orange yang biasa disebut metromini. Macet total benar-benar melanda jakarta hari ini, meski bukan pemandangan yang asing lagi bagi penduduk asli Jakarta. Di tengah-tengah kemacetan dan di tengah-tengah pos polisi yang tampak kosong disaat hujan seperti ini, terlihat seorang anak laki-laki muda, sekitar berumur 27 tahun, yang masih perduli dengan kemacetan lalu lintas. Dia berusaha membuat jalanan menjadi sedikit lancar dan sedikit mengurangi kemacetan, sehingga mobil yang saya tumpangi bisa melintasi kemacetan. Seperti biasa saat cuaca hujan seperti ini polisi sulit sekali ditemui di jalan-jalan. Saya turun dari bus tepat turun di lampu merah Universitas Indonesia. Saya berjalan sedikit menuju halte busway salemba kurang lebih 50 km, ditemani payung cantik yang setia menemani saya disaat hujan. Sesampainya di halte busway, tidak lama busway tujuan harmoni datang dan saya bergegas masuk ke dalam bus. Setelah masuk saya melihat ada 3 bangku kosong. Sedikit meragukan untuk melangkah ke situ karena tidak ada satu orang pun yang mendudukinya, padahal masih banyak sekali orang yang berdiri. Saat saya mulai mendekati bangku kosong itu dan menegaskannya untuk melihat ada apa di bangku itu yang menyebabkan orang-orang tidak mau duduk? Tiba-tiba salah seorang wanita berkerudung di sebelah saya bilang "Bangkunya basah mba, bocor AC nya." Mendengar ungkapan mba di sebelahku, aku jadi mengerti, hahaaaaa...... Busway bisa bocor juga AC-nya??? Masih mending naik 213 yang nyaman yac kalau begitu? Busnya sama-sama besar, dan sama-sama penuh sesak dengan penumpang, bangkunya juga nggak kalah banyak, cuma bedanya 213 yang sering saya tumpangi tidak pernah bocor, karena memang busnya tidak ber-AC. Meski demikian, sampai sekarang masih banyak penumpang setia yang menaikinya. Selain itu, busnya juga sangat banyak, dari subuh hingga pukul 24.00 WIB masih bisa kita jumpai di jalan-jalan plus tarifnya lebih ekonomis khususnya bagi penumpang jurusan Grogol-Kp. Melayu. :)


Just opinion By: Me
Penulis : Anitri Ernasari
Lokasi: Di atas bangku belajar kamarku

Rabu, 30 November 2011

Kue Cantik untuk Mamah Tersayang



Besok ibuku genap berumur 56th. Bahagia plus sedih karena sampai saat ini aku belum bisa membahagaiakan ibuku dan penuhi impian-impiannya. Aku berniat membelikan kue pada hari ulang tahun ibuku. Aku pun jatuh pada pilihan toko kue Holland Bakery di daerah tebet, Jakarta pusat. Aku melihat bermacam kue ada mocha cake, blackforest, cream chocolate. Aku pilih blackforest dengan ukuran medium. Cokelatnya tebal menempel pada dinding-dinding kue membuatnya terlihat wah, dan diatasnya cery dengan warna merah merekah membuatku tak sabar juga untuk mencicipinya. Semoga ibuku senang menerimanya. Tidak lama aku pun bergegas pergi dari tempat itu karena ada hans diluar yang sedang menungguku. Hans tidak ada respek sama sekali. Sesampainya dirumah Hans aku cemberut saja. Dia pun akhirnya bertanya “Kenapa say?” tanyanya. “ga apa-apa.” Jawabku. “ko ga apa-apa diem aja?” lanjutnya. “habisan….” Dengan wajah ditekuk. “habisan kenapa sih?” lanjutnya. “cuek banget, besok kan ibuku ulang tahun.” Sahutku. “iya, terus kenapa ya udah doain aja kan?” jawabnya santai. “diiihh…. doain aja, mantu apaan tuh kayak begitu ga lolos lo jadi mantu.” Sahutku ketus. “Ya m au nanggung bulan sayang. Ya sudah, nanti kita beli ya liat di kemayoran ya.” Jawabnya halus. Aku pun senang mendengarnya. Lalu kami pun pergi, sesampainya disana wah… penuh sekali maklum namanya juga pasar malam udah gitu pas weekend lagi mana naik motor nggak mau diparkir motornya. kami berhenti pada toko tas pertama. Tasnya lumayan buat ibu-ibu tapi kecil semua nggak ada yang besar seperti yang ibuku suka pakai. Lalu kami lanjut pada toko tas kedua, hm… tidak ada yang bagus harganya memang sangat murah tapi tipis semua akan cepat putus kalau bawa barang banyak.. Lanjut pada toko ketiga, bagus-bagus, tas import ups salah impor, tapi modelnya untuk anak muda semua nggak ada yang cocok buat emak-emak hahaahaaaa…. Ini mah bakalan gue yang kepengen jadi ngiler gue.. huhuuu…. Nanti deh gue kesini lagi buat beli tas itu. Dalam hati udah ngincer aja hahaaa.. “gimana ada yang bagus nggak?” tanyanya Hans. “bagaus sih, tapi buat anak muda semua nggak ada yang cocok buat ibu-ibu yank.” Jawabku. “ya sudah kita cari lagi.” Lanjutnya. “ok.” Sahutku. Hari makin larut dan besok pagi sudah harus sahur hm…mudah-mudahan cepat ketemu kek yang bagus buat mamah ya Allah. Ini toko terakhir kalau tidak ada yang bagus juga ya sudahlah hamsiong lah inang. Aku lihat tas-tasnya besar-besar dan cocok modelnya untuk ibu-ibu, sekarang tinggal bingung milihnya deh. “Yank bagus yang mana?” tanyaku. “terserah.” Sepertinya dia sudah tampak kelelahan. “bisa cepet nggak gue udah capek nih pegel.” Sahutnya kasar. Kasarnya sudah mulai keluar, aku jadi malu dilihat orang banyak, ini kan depan umum, apa dia sengaja membuatku malu? Aku benci situasi ini. Untuk yang kesekian kali aku dibuat malu oleh sikapnya itu. Aku hanya menatapnya benci sekali dan dia diam sendiri. Akhirnya aku menemukan yang pas untuk ibuku warnanya hitam, puringnya juga bagus, semoga mamah suka ini. Kami bergegas pulang dan aku sempatkan ucapkan terima kasih padanya. Aku memberikannya kepada mamah “Assalamualaikum.” “Walaikumsalam.” Aku mencium tangannya. “Malam banget dari mana aja jam segini baru pulang?” Tanya ibuku. “nih buat mamah dari Hans.” Sahutku dan ibuku langsung sumringah. “huuu… bagus banget beli dimana? Bilangin terima kasih calon mantu.” Jawabnya. “heh, mau kemana lagi?” Tanya ibuku. “ini mau kasih cemilan sama tolak angin dia masuk angin sama indomie takut dia lapar.” Jawabku dan langsung bergegas turun. “oh…. Bilangin makasih yaaa.” Sahutnya. “iya.” Sahutku. “ini tolak anginnya di dalam ay sama indomie goreng 1 takut kamu lapar. Makasih banyak ya mamah aku seneng banget bagus katanya makasih calon mantu. Hihiii…” Kayla. “iya sama-sama salam ya buat mamah.” Jawabnya. “iya.” Aku pun cium tangan sebelum dia pergi. Hari yang melelahkan. Keesokkan harinya tepat jam 3 pagi aku dan ibuku bangun untuk sahur bersama. Sebelum sahur aku mengambil kue dan menyiapkan lilin untuk ulang tahun ibuku yang tepat jatuh pada hari ini 08 Agustus 2011. Kunyalakan lilinnya dan kunyanyikan lagu ulang tahun ibuku. Sebelum meniup lilinnya aku menyuruhnya untuk make a wish, berdoa untuk semua keinginannya dan kebaikan hidupnya. Lalu ibuku berdoa, diucapkannya sampai aku terdengar. Dalam hatiku Tuhan dengarkan doa ibuku yang sangat aku sayangi ini. Kabulkan segala permintaaanya. Berikan aku kemudahan untuk bisa membuat ibuku bahagia. Happy Birthday mom dengan mencium kedua pipinya.




Cerpen
Penulis
#Anitri Ernasari
Lokasi: Memory Birthday in My home sweet home :)

Kamis, 24 November 2011

Buruh status Mahasiswa


Setiap mata pelajaran Jurnalistik TV, untuk yang ke sekian kali kami mendengar cerita-cerita seru dari sang dosen (mantan sesepuh wartawan). Namanya pak Ruli, umurnya sekitar 40th, tapi jiwa mudanya masih ada, masih semangat mengajar. Apalagi menceritakan petualangan-petualangannya sebagai jurnalistik. Beliau sudah tidak asing lagi dalam dunia pemberitaan, segala tempat pernah dirasakan. Dari menjadi wartawan kriminal, majalah sport, produser, koran, dan juga televisi.

Sejak menjadi mahasiswa beliau sudah menjadi penulis berita untuk di koran dan majalah. Beliau juga pergi ke tempat-tempat menarik untuk menambah wawasan dan dijadikan berita bersama teman-temannya. Tentu saja kami yang mendengarnya hanya bisa gigit jari. Pada masa Pak Ruli kuliah dibiayai oleh orang tua, sedang kami harus banting tulang untuk bekerja baru mendapatkan sepersen uang untuk biaya kuliah. Beliau memang selalu bilang mulailah terjun ke dunia jurusan yang diambil dari sekarang. Sebab bila masuk secara resmi itu sama saja seperti JUDI, akan sulit! Tapi bagaimana bisa kami magang di sebuah stasiun televisi tanpa dibayar? Paling paling ongkos dan makan saja. Lalu bagaimana dengan biaya kuliah kami.

Ya Tuhan... Andai kesempatan masih ada untuk kami, maka lancarkan niat baik kami untuk menjadi lulusan yang berkualitas. Kami tidak menjadikan pekerjaan kami sebagai penghalang untuk kami bisa maju. Pekerjaan yang kami geluti merupakan salah satu motivasi bahwa kami bisa menjadi lebih baik di masa depan. Kelak kami akan buktikan bahwa lulusan kelas malam akan menjadi lulusan terbaik yang patut diperhitungkan dan menjadi nilai lebih akan profesi yang kami miliki. Berjuang demi cita-cita, meski berawal dari pekerjaan apa pun.



Cerpen
Penulis: Anitri Ernasari
Lokasi: Di atas tempat tidur

Rabu, 23 November 2011

Aku ingin jadi penulis


Aku sudah terlambat, terus muncul berulang-ulang dalam pikiranku. Aku sudah cukup lelah dengan aktifitas sebagai karyawan di perusahaan swasta, seorang mahasiswa serta tulang punggung keluarga. Aku anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakakku keduanya berjenis kelamin laki-laki, sedangkan aku perempuan sendiri. Kakak yang pertama sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Kakak keduaku meninggal karena sakit keras saat umurnya 28th dan belum menikah. Kini aku hanya tinggal berdua dengan Ibu saja dirumah. Meski terlahir dari keluarga Broken Home, aku masih memiliki harapan. Kendati memiliki hasrat yang kuat sekali untuk jadi penulis buku, aku masih meragukan kemampuanku untuk sukses sebagai penulis. Apakah aku menghabiskan waktuku untuk sasaran yang keliru?
Semua yang kurasakan kuluapkan ke dalam tulisan, tidak pernah aku melombakan karyaku. Sampai suatu hari aku sadar, sampai kapan aku berdiam diri dan mengabaikan kemampuanku dalam bidang seni? Aku suka menulis, bernyanyi, menari, menciptakan lagu, dan aku suka sastra. Aku mulai membeli buku-buku karya penulis ternama, dan melihat informasi mengenai jobs-jobs penulis. Saat aku membuka situs-situs web di google aku menemukan web yang bersedia akan membayar untuk jasa menulis cerpen atau cerita apa saja apabila tulisanku berhasil dimuat di web dan daftar pengunjungnya banyak. Aku pun mencoba mengirim salah satu karyaku. Tiga hari kemudian tulisanku dimuat di web, dan aku mendapat pesan singkat “Selamat! Tulisan anda terpilih sebagai salah satu tulisan terbaik di web kami. Silahkan cek no rekening anda untuk mengetahui jumlah nominal yang telah kami kirimkan. Terima kasih atas partisipasinya, semoga kerjasama ini saling menguntungkan.”
Rasanya senang sekali tulisanku bisa disukai dan diterima oleh orang lain, jumlah tamu yang membaca tulisanku juga cukup banyak yaitu 1000 pengunjung dalam waktu satu minggu. Terima kasih Tuhan. Pada sebuah mesin ATM aku melihat penghasilan pertamaku sebagai penulis. Permulaan yang bagus, lumayan untuk uang saku beberapa hari ke depan. Aku mulai sering menulis cerita lagi setelah sekian lama aku tidak menulis, terakhir SMA kelas 1 itupun hanya menulis puisi. Aku menemukan jiwaku dalam hal menulis. Menulis sebagai sahabat sejatiku, saksi perjalanan hidupku.


Cerpen
Penulis: Anitri Ernasari
Lokasi: Sudut kamarku

Kamis, 27 Oktober 2011

Cinta Lebai


Malam ini detik-detik menuju usiaku ke-17 tahun, pukul sudah menunjukkan 11.45 WIB. Derrrd, derrd.. HP ku berdering tanda sms masuk, isinya: “Keluar dunk bebs, aku sudah menunggumu diluar, cepat ganti baju aku tunggu di tempat biasa ya. I love yea muaachhh…” Seperti biasa ini tahun kedua aku merayakan ulang tahunku dengannya, aku segera membalasnya. “Iya sayang I love yea too bebs muaacchh..” Setelah itu aku bergegas rapih. Aku langsung datang ke tempat biasa di taman dekat rumahku. Dari jauh sudah terlihat motornya yang khas dengan warna yang serba biru yaitu warna kesukaanku, dengan stiker di plat belakang bertuliskan ‘Lenasya’ yang merupakan singkatan nama kami yaitu Lemin dan Nasya.
Aku selalu merayakan ulang tahunku berdua dengannya. Rasanya lengkap bila dia ada menemaniku. Lemin adalah kekasihku, dia merupakan anak tunggal dari keluarganya yang sangat berada. Tingginya sekitar 170 cm. Wajahnya manis, dan ada lesung pipi yang menambah gemas kalau melihatnya tersenyum. Meski dari keluarga yang berada namun keluarganya sangat baik terhadapku. Sedang aku sendiri Nasya, dari keluarga yang sangat sederhana. Oleh karena itu, aku terkadang masih bingung kenapa dia bisa suka padaku. Meski begitu kami sudah menjalin hubungan selama kurang lebih 2 tahun dan usianya 4 tahun lebih tua dariku. Setelah kami bertemu “Happy Birthday sayang!” sambutnya memelukku. Tepat pukul 00.00 WIB “Come on make a wish, sayang.” Tambahnya.
Sesaat aku pejamkan mata dan kuminta agar semua cita-cita aku dan Lemin terwujudkan, dan bisa saling mengisi satu sama lain sampai kakek nenek. Tiba-tiba jederr, jedderrr… jedderrr!!! “Hah! Apa itu sayang?” Tanyaku. “Ini semua buat kamu sayang. I love yea bebs. Once again Happy Birthday.” Sebuah kecupan mendarat di pipiku, dan oh.. kembang api yang begitu indah tiba-tiba muncul seperti pada saat Tahun Baru! Hanya kami berdua yang menyaksikannya. Ya Tuhan apakah ini mimpi? Ini indah sekali! Kurang lebih kembang api itu meluncur selama 10 menit, cukup lama, dan setelah 10 menit.
“Wow.. Amazing! Sayang makasih ya!” Aku tersentak. “Iya, sudah 17 tahun ya sekarang, kamu mau hadiah apa dari aku?” Tanya Lemin. “Bukankah ini hadiah buat aku sayang? Apa lagi yang mau kamu berikan?” Jawabku. “Ini masih pembukaan sayang, agar di tahun bertambahnya umur kamu ini akan menjadi indah seperti kembang api itu.” Sahutnya. Air mataku tiba-tiba turun antara bahagia bercampur haru. Dalam hatiku berkata terima kasih Tuhan karena Dia adalah kado terindah untukku yang sampai saat ini masih setia disampingku, menemaniku.
“Kok sedih sayang, kamu senang nggak?” “Iya, senang. Kamu nggak perlu repot-repot sayang ini sudah lebih dari cukup.” Jawabku kembali. “Ya sudah tapi jangan sedih lagi donk, kamu juga jangan berfikir begitu, ini semata-mata aku lakuin buat orang yang aku sayang kok. Aku senang melakukannya buat kamu, dan jangan pernah segan sama aku. Kamu mau apa di hari ulang tahunmu ini? Mungkin ada sesuatu yang selama ini kamu inginkan sayang?” Tanyanya kembali. “Sotoy deh kamu yank?” Jawabku bercanda. “Serius ah sayang!” Sahutnya. “Hm… apa ya? Terserah kamu saja deh?” “Ayo donk kamu mau apa saja boleh deh terserah? Apa beli kue ultah? Tapi udah malam sayang, atau mau kaset Craig David kesukaan kamu?” Tanyanya kembali.
Dalam hatiku berfikir apa yah? Craig David ok juga, tapi yang dari dulu aku inginkan apa? Tiba-tiba teringat. “Hm… ya, kotak musik.” Kataku tersentak. “Kotak musik? kenapa kamu pilih kotak musik?” Tanyanya. “Iya, karena sedari kecil aku ingin punya itu, yang dimiliki temanku sewaktu kecil, cantik sekali sayang.” Jawabku. “Yang seperti apa?” Tanyanya kembali. “Bentuknya piano dan pas dibuka ada penari baletnya menari-nari diatasnya, bagus deh sayang.” “Ya sudah nanti aku cari ya.” Katanya. Walau hanya dirayakan berdua saja namun rasanya ini sudah lebih dari cukup karena aku punya kamu Lemin dan Ibuku tersayang, andai saja ada ayah. “Makasih sayang.” Semua larut dalam dingin malam yang cerah dan disertai bintang-bintang yang indah. “Aku nggak akan pernah lupain ini semua, aku sayang kamu.” Tambahku. “Aku juga sayang, sayaaaanngg… banget, kamu senang nggak?” “Banget.” “Ya sudah, sudah senang kan sekarang kita pulang ya sudah larut malam sayang besok kita lanjut lagi ok?” “Ok.” Semangatku.
“Pagi Mah!” “Hei.. anak mamah yang paling cantik, Selamat ulang tahun ya sayang!!! Biar panjang umur, banyak rejeki, diberi sehat, semua cita-citanya terkabul.” “Amin.” Sahutku. “Ini mamah buatkan sarapan kesukaan kamu omlet super-duper BESAR!” “Wah, yummie! Enak banget nih mah.” “Iya donk siapa dulu yang buat, mamah!” “Makasih ya mah, muuaacchh..” Sebuah kecupan kudaratkan pada pipi mamahku yang paling cantik dan baik hati. “Aku berangkat dulu ya mah.” “Ya sudah hati-hati di jalan.” “Assalamualaikum.” Pamitku sembari mencium tangan.
Sesampainya di sekolah. Teman-teman sepertinya terlihat biasa saja dan tidak ada yang mengucapkan satu patah pun ucapan selamat kepadaku. Ah.. masa bodoh! Tiba-tiba pas pulang sekolah “Perasaan aku nggak enak nih.” Ngomong sendiri, dan.. “Sya, mau kemana buru-buru amat bu?” Tanya Sunia salah satu teman sekelasku di sekolah, sekaligus teman dekatku. Tiba-tiba kurasakan basah di kepalaku dan oh… Byur! Aku diguyur air dingin seember dari lantai 2 sampai basah kuyup sama teman-temanku huh.. RESE! Belum cukup dari bawah ada 5 orang teman sudah siap mengguyurku kembali dengan 5 ember air es! Duh.. nggak kuat, ggrrrr… DINGIN! Habis hujan lagi, meriang deh nih gue. Setelah itu mereka semua mengucapkan Happy Birthday beramai-ramai, menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan menyiapkan kue ulang tahun serta menyuruhku make a wish lalu meniup lilin. Sedangkan diriku make a wish dengan bibir yang komat kamit kayak mbah dukun karena kedinginan. Ggrrrr… Dingin. Disisi lain aku terharu dengan teman-temanku yang begitu baik. Setelah itu mereka mengantarku pulang. Ini lebih parah dari ceplokan telur atau terigu, karena walaupun hanya dengan air, tapi itu air dingin, bisa disebut air es, habis hujan pula jadi campur aduk deh tuh semua sama cuaca. Hehe.. ya nasib, ya nasib, tapi senang juga sih ternyata mereka masih ingat. Wakawakawaka…
Sampai dirumahku, “Grrrrr….dingin mamah, DINGIN!!!” Bergetar mulutku. “Ya sudah anakku sayang ini kan cuma setahun sekali kayak begini?” mamahku menyahut. “Tapi nggak gini juga kaleee!” Huh.. dasar susah punya orang tua nggak pernah mengerti penderitaan anaknya (dalam hati). “Ya sudah mamah buatkan makanan ya pasti kamu suka, sama teh hangat juga ya sayang.” “Mau juga donk tante! Hehe” Temanku ramai-ramai menyahut. “Iya pasti tante buatin semua ya.” “Maafin donk sya, jangan marah ini kan hari special lo, maafin kita-kita ya sampai bikin lo meriang kayak gini tapi kan cuma setahun sekali meriangnya. Hehe..” Sunia mencoba mengademkan hatiku. “Ketawa lagi lu huuuh.., ya udah gue maafin, itung-itung ngurangin dosa gue, biar pada pindah ke lu semua! Hahaha…” “Parah banget lu, sya!” “Syukur!! Wakawakawaka.” Tertawaku lepas.
“Silahkan dimakan!!!” Mamahku datang dengan semua makanannya. “Wah… Pizza! Enak banget, tante bisa bikin pizza ya?” Sunia nyeletuk. “Iya donk.” Mamahku menyahut. “Jadi yang tempo hari Nasya bawa jangan-jangan buatan tante juga?” Tambah Sunia nyeletuk. “Pastinya.” Sahut mamahku. “Pantesan, kok pagi-pagi Nasya beli pizza dimana? Aku fikir pizza inepan jadi aku nggak pernah mau kalau ditawarin Nasya tante. Kalau tahu tante yang buat pasti aku sudah lahap tuh dari kemaren-kemaren !” Tambah Sunia. “Makanya gue nggak kasih tahu karena pastinya lu bakal ngerecokin gue pas makan siang, yang ada pizza gue habis sama lu, alhasil jatah makan siang gue habis sama lu doank.” Sahutku. “Ih.. jahat benerr fikirannya!!” Sahut Sunia. “Bodo!” Tambahku. Hahahaha… semuanya pada tertawa.
Malam harinya, Lemin datang. “Malam sayang, ayo tiup lilinnya, eits.. tapi sebelumnya make a wish lagi ya.” Tambahnya. “Hm.., siip sudah.” Sahutku. “Kamu kenapa sayang kamu sakit?” “Iya nih dingin tapi udah mendingan kok.” “Ya Allah ultah kok malah sakit, kata mamah kamu tadi dikerjain teman-teman sekolah ya?” “Nggak apa-apa kok cuma dingin saja nanti juga hilang.” “Keterlaluan banget sih mereka yank, sampai buat kamu kayak gini? Biar cepat sembuh ya yank, oh iya.. lihat aku bawa apa buat kamu?” “Apa?” tanyaku. “Yang kamu mau sayang? Coba dibuka.” Setelah dibuka. “Heeh.. ya ampun sayang cantik banget!” Bentuknya piano, warnanya hitam, dan perlahan kubuka kotak musik itu, lalu terdengar alunan indah suara piano, disusul dengan berdirinya boneka kecil penari balet yang memakai baju warna pink ikut menari-nari di atas piano, betapa cantiknya kulihat, bahkan lebih cantik dari yang aku lihat sewaktu kecil yang dimiliki temanku itu.
“Kamu tahu banget yang aku suka. Kamu cari dimana?” Lanjutku. “Ada deh pokoknya aku cari sampai ketemu, apa sih yang nggak buat kamu sayang. Kamu suka?” Tanyanya. “Suka banget sayang makasih ya sayang I love yea muaach..” Kecupku. “Lumayan dapat panglaris. Hehe..” Sahutnya. “ Mau lagi?” kataku. “Mau banget! Hehe.” Lanjutnya. “Beli saja di pasar pagi! Hahaa..” Lanjutku. “Tega banget kamu sayang kalau ada yang jual dan rasanya sama pasti juga aku ke pasar pagi setiap hari sekalian temenin ibu. Hahaa.. Huh! lagi sakit masih saja bercanda.” Serunya. “Hehe.. habis aku kan juga mau.” Bicaraku menggoda. “Oh.. kamu mau juga sayang bilang donk tapi tunggu mamah tidur ya. Hehe.” Lanjutnya. “Huuh.. ya nasib, ya nasib.” Kataku. “Sudah bercandanya sayang, apa doa kamu tahun ini?” Tanyanya. “Doaku? mau tahu?” Tambahku. “Ya.” Sahutnya. “Nanti nggak jadi dikabulin lagi sama Allah kalau aku bilang.” “Nggak kok sayang, ayo donk aku kan mau tahu.” “Huh.. ya sudah, hm.. aku bilang sama Allah kalau aku tuh ingin sekali belikan mamah rumah! Aku juga ingin berbagi dan jadi inspirasi bagi banyak orang, lewat cerita-cerita aku sayang seperti Penulis. Syukur-syukur bisa difilmkan karena aku sendiri yang akan jadi pemerannya serta yang mensutradarakannya.” Jawabku. “Amin.. sayang mudah-mudahan terwujud ya.” Sahutnya. “Mimpiku terlalu besar ya sayang?” Tanyaku. “Nggak kok, nggak ada mimpi yang terlalu besar sayang ketika kita bersungguh-sungguh dan terus-menerus melakukannya, seperti kata idola kamu Agnesia Monic.” Jawabnya. “Ya, tapi apa orang biasa seperti aku pantas punya mimpi seperti itu, disamakan seperti dia yang sudah jadi inspirasi bagi banyak orang termasuk aku? Dia sudah merintis cita-citanya sedari kecil, sementara aku belum ada kesempatan sama sekali untuk itu. Jika kelak aku dapat kesempatan, aku pasti akan jalankan dengan sebaik mungkin.” Sahutku. “Iya sayang Allahuma amin.. semoga Tuhan dengar ya sayang, tidak pernah ada kata terlambat untuk meraih mimpi sayang.” Jawabnya. “Aku juga berdoa agar kita tetap sama-sama sampai kita kakek nenek. Hihi..” Tambahku. “Pasti sayang.” Tambahnya. Aku berdoa kembali dalam hati kepada yang Maha Kuasa agar Tuhan dengar dan mengabulkan. Aku bersyukur karena memiliki orang-orang yang sayang sama aku seperti Ibuku, Lemin, juga teman-temanku. Thanks God !



Cerpen
By: Anitri Ernasari
Lokasi: Sudut kamarku

Rabu, 26 Oktober 2011

Aku bercerita pada kata...



Saat keraguan datang,
Kepada siapa aku akan bertanya,
dari petunjuk lain atau dari hatiku sendiri???

Tapi sekarang rasanya sudah habis tak tersisa,
Terlalu sering sakit yang aku terima,
Lebih baik aku fikirkan masa depan ku.

Kepada cinta sejati.
Datanglah dengan membawa tawa bukan duka...

Puisi Romansa
Penulis: Anitri
Lokasi: Kamar tercinta

Rabu, 09 Desember 2009

Tips Membuka Toko Online


Sekarang ini, untuk berjualan tidak perlu punya toko. Lewat dunia maya
pun, Anda bisa menjajakan produk. Bahkan, toko online punya banyak
kelebihan. Sudah murah, calon pembeli pun bisa datang dari mana saja.
Inilah tips membuat toko online agar memikat pelanggan.

1. MEMILIH TEMPAT

A. Gratisan
Ada beberapa tempat yang menyediakan fasilitas gratisan seperti
blogger.com (blogspot), multiply.com, wordpress.com. Pada awalnya,
fasilitas gratis ini adalah tempat kegiatan blogging pada umumnya
seperti berbagi cerita dan foto. Namun, dalam perjalanannya,
dimanfaatkan untuk kegiatan jualan. Memakai fasilitas ini cenderung
mudah, bahkan sudah tersedia template tampilan yang lumayan banyak dan
menarik.

B. Berbayar
Kini sudah banyak penyedia layanan toko online dengan sewa mulai Rp
750.000 per tahun dan bisa diperpanjang lagi. Harga tersebut sudah
termasuk pembelian nama domain serta hosting selama setahun serta
pelatihan maintenance. Dengan memakai layanan ini, toko online kita
lebih serius dengan memakai alamat dan tampilan sesuai yang kita
inginkan.

2. MEMILIH NAMA

Pilihlah nama domain dengan kata kunci yang gampang diingat dari jualan
toko online Anda. Dengan memakai kata kunci ini, toko online kita
gampang ditemui oleh pengunjung melalui mesin pencari (search engine).
Misalnya saja, Anda menawarkan produk tas sekolah, pilih saja nama
www.tassekolah.com.

3. BUATLAH ATURAN

Buatlah aturan dan tata cara belanja secara jelas dan mudah dipahami
oleh calon pembeli seperti aturan pemesanan, pembayaran, dan pengiriman.

4. PASANG ALAMAT

Pasanglah alamat Anda, email, dan nomor telepon yang bisa dihubungi
dengan jelas. Bila perlu, pasang foto Anda untuk lebih meyakinkan.

5. DAFTAR INTERNET BANKING

Pilihlah rekening bank yang memiliki jaringan nasional dan daftarkan
rekening pembayaran toko Anda dengan fasilitas internet banking untuk
memudahkan kontrol pembayaran dari pembeli produk Anda.

6. PENGIRIMAN

Kemas barang pesanan dengan memperhatikan segi keamananan. Pastikan
barang tidak rusak sampai tujuan. Pilihlah jasa pengiriman yang
terpercaya dan murah. Simpan nota/resi pengiriman untuk kontrol
pengiriman.


CARA MENINGKATKAN PENGUNJUNG & PEMBELI

1. Lakukan promosi online melalui media-media iklan baris baik yang
gratis maupun berbayar.

2. Bertukar link banner dengan sesama toko online.

3. Bergabunglah dengan komunitas-komunitas online.

4. Lakukan promosi offline dengan memanfaatkan kendaraan Anda atau
teman, seragam kerja karyawan, kop surat, amplop, nota, kartu nama,
hadiah/souvenir, dll. dengan memasang nama toko online Anda.

5. Berikan pengetahuan produk serta deskripsi produk dengan detail,
jelas dan meyakinkan pengunjung untuk membeli. Tampilkan foto-foto
produk semenarik mungkin.

6. Berikan penawaran-penawaran yang fantastik seperti potongan harga,
hadiah, dll.

Kevin Mitnick, Sang Legenda Hacker


Sebuah ketukan terdengar dari pintu apartemennya, Kevin Mitnick membuka pintu dan mendapati lusinan agen FBI dan penegak hukum lain sudah bersiap untuk menangkapnya. Ini adalah akhir perjalanan seorang hacker yang terpaksa buron demi menghindari hukuman penjara. Hacker yang selama masa buronannya itu telah mendapatkan status legendaris, bahkan telah tumbuh menjadi sebuah mitos yang lebih besar dari dirinya sendiri

Penangkapan yang terjadi pada 1995 itu menandai awal dari kasus penahanan yang paling kontroversial terhadap seorang pelaku kejahatan cyber. Mitnick adalah seorang penyusup pada sistem komputer menjelma sebagai America's Most Wanted Hacker.

Kecanduan Komputer

Mitnick mudah mempelajari komputer dengan nongkrong di toko radioshack atau diperpustakaan umum, keluarganya tidak cukup berduit untuk memiliki komputer sendiri. Kesukaannya pada komputer berkembang hingga ia dewasa.

Pada periode 1990-an, Mitnick mudah sekali keluar masuk sistem komputer. Namun pada akhir 1980-an ia sebenarnya ingin meninggalkan hobynya tersebut dan mulai mencari pekerjaan yang sah. Sayangnya, sebelum ia bisa melakukan itu, pada 1987 ia tertangkap karena menyusup perusahaan Santa Cruz Organization, sebuah perusahaan piranti lunak yang terutama bergerak dibidang sistem operasi Unix. Ketika itu pengacara mitnik berhasil menurunkan tuduhan kejahatan menjadi tindakan yang kurang baik, Mitnick pun hanya di ganjar 3 tahun masa percobaan.

Tidak sampai setahun Mitnick kembali tersandung kasus hukum. Gara-garanya seorang teman yang komputernya ia gunakan untuk membobol komputer lain melaporkan Mitnick yang berwajib kali itu yang dibobol Mitnick adalah milik Digital Equipment Corporation. Setiap kali membobol komputer yang dilakukan mitnik adalah mengambil code penyusun dari piranti lunak. Kode itu kemudian dia pelajari dengan sungguh-sungguh, terkadang menemukan beberapa kelemahan didalamnya. Dalam sebuah kesempatan Mitnick hanya mengaku mengambil kode penyusun dari piranti lunak yang ia sukai atau yang menarik baginya.

Dalam kasus DEC Mitnick mendapatkan masa tahanan yang lebih berat. Ketika itu pengacaranya menyebut Mitnick memiliki, 'kecanduan pada komputer yang tidak bisa dihentikan'. Ia diganjar 1 tahun penjara.

Di penjara Mitnick mendapatkan pengalaman yang buruk. Pada saat itu legenda Kevin Mitnick atau yang lebih dikenal juga dengan nama samaran 'the condor', sudah semakin membesar. Reputasinya sebagai seorang
penjahat komputer juga semakin membumbung melebihi kenyataan. Sipir di Lompoc, penjara tempat Mitnick berada, mengira Mitnick bisa menyusup kedalam komputer hanya dengan berbekal suara dan telepon. Walhasil
Mitnick bukan hanya tidak boleh menggunakan telepon, ia juga menghabiskan waktu berbulan bulan dalam ruang isolasi. Tak heran jika kemudian ia dikabarkan mengalami sedikit gangguan jiwa saat menjalani hukuman di Lompoc.

Tahun 1989 Mitnick dilepaskan dari penjara. Ia berusaha mencari pekerjaan yang resmi, namun statusnya sebagai mantan narapidana membuat Mitnick sulit mempertahankan pekerjaan. Akhirnya ia bekerja sebagai
pendulang informasi untuk kantor penyelidik kantor swasta. Tentunya ini menyeret Mitnick kembali kepada dalam dunia yang abu-abu dan hitam. Pada awal 1990-an, Mitnickpun dicari lagi oleh FBI. Kali ini takut akan masuk ruang isolasi selama bertahun-tahun, Mitnick memutuskan untuk kabur.

Hacking The Human Side

Keahlian Mitnick sebagai hacker tidak terbatas pada kemapuan teknis belaka. Ia merupakan pada kemampuan teknis belaka. Ia merupakan seorang yang memahami betul bahwa keamanan sistem komputer terdiri dari aspek kebijakan organisasi, sumber daya manusia, proses yang terlibat serta teknologi yang digunakan. Seandainya ia seoarang pahlawan super kemapuannya utama Mitnick adalah seoarang yang mempraktekan ilmu social engginering alias rekayasa sosial. Ini adalah sebuah teknik mendapatkan informasi penting, semisal password, dengan memanfaatkan kelemahan manusiawi.

Kemampuan Mitnick paling baik diilustrasikan dalam cerita berikut, cerita yang dikisahkan Mitnick sendiri pada sebuah forum online Slasdot.org

"Pada satu kesempatan, saya ditantang oleh seorang teman untuk mendapatkan nomor (telepon) Sprint Foncard-nya. Ia mengatakan akan membelikan makan malam jika saya bisa mendapatkan nomor itu. Saya tidak akan menolak makan enak, jadi saya berusahan dengan menghubungi Customer Service dan perpura-pura sebagai seorang dari bagian teknologi informasi. Saya tanyakan pada petugas yang menjawab apakah ia mengalami kesulitan pada sitem yang digunakan. Ia bilang tidak, saya tanyakan sistem yang digunakan untuk mengakses data pelanggan, saya berpura-pura ingin memverifikasi. Ia menyebutkan nama sistemnya."

"Setelah itu saya kembali menelepon Costumer Service dan dihubungkan dengan petugas yang berbeda. Saya bilang bahwa komputer saya rusak dan saya ingin melihat data seorang pelanggan. Ia mengatakan data itu sudah berjibun pertanyaan. Siapa nama anda? Anda kerja buat siapa? Alamat anda dimana? Yah, seperti itulah. Karena saya kurang riset, saya mengarang nama dan tempat saja. Gagal. Ia bilang akan melaporkan telepon telepon ini pada keamanan."

"Karena saya mencatat namanya, saya membawa sorang teman dan memberitahukannya tentang situasi yang terjadi. Saya meminta teman itu untuk menyamar sebagai 'penyelidik keamaman' untuk mencatat laporan dari petugas Customer Service dan berbicara dengan petugas tadi. Sebagai 'penyelidik' ia mengatakan menerima laporan adanya orang berusaha mendapatkan informasi pribadinya pelanggan. Setelah tanya jawab soal telepon tadi, 'penyelidik menyakan apa informasi yang diminta penelepon tadi. Petugas itu bilang nomor Foncard. 'penyelidik' bertanya, memang berapa nomornya? Dan petugas itu memberikan nomornya. Oops. Kasus selesai"

Buron

Sebaga i buronan Mitnick berusahan sebisa mungkin untuk tidak tertangkap. Ia sering berpindah-pindah tempat tinggal dan selalu menanggalkan berbagai kebiasaan. Berbagai cara ia lakukan agar tidak terlacak oleh pengejarnya. Namun ia tidak bisa meninggalkan hobinya mengoprek komputer dan jaringan Internetnya. Bahkan beberapa keahliannya konon digunakan untuk mendapatkan identitas baru.

Legenda Mitnick selama buron dalam kurang lebih dua tahun, semakin menjadi-jadi ia menjelama sebagai 'Ninja Cyber' yang konon bisa membobol komputer Pentagon hanya dengan remote televisi, sebuah rumor yang melebihi cerita fiksi apapun.

Mengapa Mitnick, seorang buron dalam kasus pembobolan komputer, bisa menjadi penjahat yang paling dicari? Ini tak lepas dari peran media massa. Secara khusus adalah serangkaian artikel sensasional dari John Markoff yang dimuat di New York Times.

Markoff mengutuk Mitnick bagaikan seorang teroris. Dalam sebuah pernyataan setelah lama dibebaskan, Mitnick menyebut citra dirinya yang ditampilkan Markoff bagaikan seoarang teroris yang berusaha mengendalikan nuklir dunia. "saya seakan-akan seorang Osama bin Mitnic," ujarnya bercanda.

Markoff menggambarkan Mitnick sebagai seorang yang mematikan, tak bisa dihentikan dan layak menjadi buronan sepuluh besar FBI maupun penegak hukum lainnya. Artikel Mafkoff, yang kadang muncul di halaman depan, menjadikan Mitnick kandidat terkuat proyek percontohan atas kejahatan cyber. Maka masa depan Mitnick dalam penjara boleh dibilang sudah dituliskan saati itu juga.

Selama menjadi buron Mitnick juga terus menjalankan aksinya. Ia membobol berbagai komputer perusahaan besar. Termasuk Sun Microsystem. Ia menggunakan, dan maksutnya disini adalah membobol rekening seorang pada layanan penyimpanan online untuk menyimpan backup dari hasil aksinya. Sebenarnya Mitnick tidak bekerja sendirian namun saat tertangkap ia tak pernah mengungkapkan siapa saja rekannya.

Salah satu korban Mitnick adalah T. Shimomura, seorang ahli komputer yang dalam beberapa tulisan di Internet diragukan kebersihannya. Ada dugaan bahwa Shimomura juga seorang hacker yang kerap melakukan perbuatan ilegal. Satu hal yang banyak disetujui adalah Shimomura memiliki sikap yang arogan dan nampaknya ingin muncul sebagai pahlawan dalam kisah perburuan Mintick.

Shimomura, Markoff dan FBI bahu membahu untuk menangkap sang buronan. Panduan dari berita sensasionalnya Mafkoff, kemampuannya hacking Shimomura dan kekuatan hukum FBI pada akhirnya melacak kediaman Mitnick.

Seperti biasanya kisah tertangkapnya seoarang buron, Mitnick melakukan ketledoran. Layanan penyimpanan yang ia gunakan rupanya memiliki program otomatis untuk mencek isi file yang disimpan. Pemilik rekening yang digunakan Mitnick mendapatkan peringatan dari sistem mengenai kapasitas berlebih. Ini adalah awal tertangkapnya Mitnick.

Mitnick mengakui bahwa dirinya ceroboh karena tidak menduga bahwa FBI, Shimomura, Markoff, dan penyedia layanan telepon selular melakukan kerja sama yang begitu erat dan terpadu.

"Operator seluler melakukan pencarian dalam database penagihan mereka terhadap dial-up ke layanan Internet Netcom POP. Ini, seperti bisa diduga, membuat mereka bisa mengidentifikasi area panggilan dan nomor MIN (mobile identification number) yang saya gunakan saat itu. Karena saya kerap berganti nomor, mereka mengawasi panggilan data apapun yang terjadi di lokasi tersebut. Lalu, dengan alat Cellscope 2000 Shimomura, melacak sinyal telepon saya hingga ke lokasi yang tepat,"Mitnick menuturkan.

Dua minggu sebelum tertangkapnya Mitnick baru pindah ke Raleigh. Lokasi baru membuat kurang waspada dan ia lupa melacak jalur dial-up yang digunakannnya. Beberapa jam sebelum tertangkapnya Mitnick baru ada sesuatu yang terjadi, pelacakan dan pengawasan sedang dilakukan terhadap jalur yang ia gunakan. Saat ia sedang berusaha melacak sejauh mana pengawasan telah dilakukan hingga siapa dilbalik pelacakan tersebut, ia mendengar ketukan pintu. Mitnick membuka pintu dan berhadapan dengan lusinan U.S Marshall dan FBI.

Empat Setengah Tahun Digantung

Setelah tertangkap Mitnick ditahan tanpa kemungkinan jaminan. Ia juga tak diajukan untuk pengadilan. Kurang lebih empat tahun ia habiskan tanpa kepastian. Hal ini benar-benar membuat Mitnick frustasi.

Selama dalam penjara FBI ia tak mendapatkan kesempatan dalam kasusnya. Bahkan Mitnick dan pengacaranya tak bisa melihat data kasus tersebut karena terdapat di laptop dan akses laptop bagi Mitnick dianggap membahayakan. Mitnick dituding bisa membuat misil meluncur hanya berbekal laptop atau telepon. Larangn itu tetap berlaku meskipun pengacaranya menggunakan laptop tanpa modem dan kemampuan jaringan apapun.

Mitnick pada akhirnya dituding menyebabkan kerugian hingga ratusan juta dollar kerugian yang menurut Mitnick tidak benar, karena perusahaan yang konon dirugikan bahkan tidak melaporkan kerugian tersebut dalam laporan tahunan mereka.

Kesepakatan akhir bagi Mitnick adalah pengakuan bersalah. Bersalah dalam kasus pembobolan komputer dan penyadapan jalur telepon. Mitnick menyerah dan mengikuti itu, dengan imbalan 4 tahun tahun lebih waktunya dalam penjara diperhitungkan sebagai mas tahanan. Total Mitnick dihukum adalah 5 tahun dipenjara , 4 tahun dalam tahanan yang terkatung-katung dan 1 tahun lagi sisanya.

Ia dibebaskan pada tahun 2000 dengan syarat tak boleh menyentuh komputer atau telepon. Pada tahun 2002 baru ia boleh menggunakan komputer tapi tidak yang tersambung ke Internet. Baru tahun 2003 ia menggunakan Internet lagi untuk pertama kalinya.

Sejak dibebaskan Mitnic berusaha untuk memperbaiki hidupnya. Ia menuliskan dua buku mengenai hacking, selain itu ia juga mendirikan perusahaan konsultan keamanan sendiri. "Hacker adalah satu-satunya kejahatan yang keahliannya bisa digunakan lagi untuk sesuatu yang etis. Saya tidak pernah melihat itu dibidang lain, misal perampokan etis," tutur Mitnick.

WiFi


Instalasi Ndiswrapper

Paket ini akan sangat berguna apabila WiFi Card anda tidak dapat terdeteksi menggunakan driver pada Linux. Dengan Ndiswrapper anda dapat menggunakan driver WiFi Card Windows :

1.Install paket ndiswrapper-common dan ndiswrapper-utils menggunakan Synaptic.

2.Pada terminal, masuk ke folder tempat driver. cari file yang berekstensi .inf/.INF, kemudian ketikkan perintah :

$sudo ndiswrapper -i [nama_driver].INF


instalasi wifi


3.Untuk melihat driver yang telah terinstall perintahnya :
$sudo ndiswrapper -l


4.Selanjutnya masukkan ndiswrapper ke dalam modul agar dapat diload ketika booting pertama kali

$sudo ndiswrapper -m


5.Untuk menghindari konflik dengan driver bawaan pada Ubuntu (kadang hal ini terjadi). Non-aktifkan driver bawaan Ubuntu tersebut dengan memasukkannya ke dalam :

/etc/modprobe.d/blacklist


6.Restart komputer anda untuk melihat perubahan.

;;